Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
OPOP Jadi Pilot Project Pemberdayaan UKM Tingkat Nasional
#1
Kementerian Koperasi serta UKM Republik Indonesia (RI) menghargai usaha Pemda Propinsi Jawa barat yang memberi perhatian spesial pada koperasi serta usaha kecil, terutamanya di pesantren.

Menurut Sekretaris Kementerian Koperasi bacaan sholat serta UKM, Rully Indrawan, pergerakan pemberdayaan ekonomi umat seperti One Pesantren One Product (OPOP) yang digagas oleh Pemerintah Wilayah Propinsi Jawa Barat (Pemdaprov Jawa barat) dapat jadi pilot proyek pemberdayaan UKM tingkat nasional.

“Saya disuruh Pak Menteri untuk ke Tasikmalaya waktu lalu. Serta, saya memberikan laporan pada Menteri Koperasi serta UKM, keliatannya ini untuk membuat pesantren Jawa Barat di 2020 harus jadi pilot proyek,” katanya waktu hadiri pameren OPOP di Gedung Sate, waktu lalu.

Rully menjelaskan, pemberdayaan ekonomi rakyat lewat koperasi serta UKM jadi atensi pemerintah pusat. “Fakta lain tunjukkan kita tidak bisa pada sekarang tinggalkan peranan usaha mikro, kecil, serta menengah,” tuturnya.

Jika lihat angka statistik, lanjut ia, yang memberi andil paling besar pada Produk Domestik Bruto (PDB) nyatanya bukan usaha besar. Tetapi, usaha mikro.

“UMKM keseluruhannya itu memberi andil 60 % untuk PDB serta lapangan kerja 97 % tenaga kerja kita terserap di UKM,” paparnya.

Oleh karenanya, Kementerian Koperasi serta UKM RI serta 10 kementerian/instansi lain bersinergi membuat UKM. “Salah satu srateginya ialah bersatu serta koperasi jadi sisi dari peningkatan UKM,” jelasnya.

Sesaat, Wakil Gubernur Jawa Barat, Uu Ruzhalul Ulum mengutarakan jika OPOP digagas Pemda Propinsi Jawa barat untuk mengakselerasi visi Jawa barat Juara Lahir Batin. Yaitu, dengan arah mendatangkan kemandirian ekonomi pesantren.

“Kang Emil (Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil) serta saya setuju untuk beroperasi di sektor ekonomi pesantren, tapi dengan tidak tinggalkan program kepesantrenan dahulu,” katanya.

Karena itu, ia juga ajak pesantren lain untuk terjebak dalam OPOP. “Mulai dari saat ini, saya meminta pada pesantren yang belum ikut OPOP, bikin pesantrennya hebat dalam administrasi serta prospeknya, sebab OPOP dipandang oleh team berdiri sendiri serta bekerja bersama dengan perguruan tinggi,” ujarnya.




  


Forum Jump:


Users browsing this thread:
1 Guest(s)