Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
“Ibu adalah Benteng Keluarga”
#1
Peringatan Hari Ibu pada Minggu (22/12) tempo hari, dioptimalkan Bupati Berau Muharram untuk memberi animo pada ‘ibu-ibu tangguh’ yang berada di Bumi Batiwakkal.
Ya, semenjak jam 06.30 Wita, Muharram dibarengi istri yang Ketua Team Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Berau Sri Juniarsih, telah ada di Pasar Sanggam Adji Dilayas. Bersama dengan rombongan PKK yang lain, Muharram serta istri mendekati satu-satu beberapa pedagang wanita, untuk memberi bunga serta camilan. Pemberian bunga serta camilan itu, disebutkan Muharram jadi bentuk apresiasinya pada ibu-ibu di Berau yang masih kerja keras penuhi keperluan ekonomi keluarganya. Terkhusus pada ibu-ibu pedagang yang telah berumur senja.

Bukan di Pasar Sanggam Adji Dilayas saja, Muharram serta rombongan mendatangi beberapa pedagang wanita di Pasar Teluk Bayur, sebelum meneruskan perjalanan ke arah Kampung Tumbit Melayu, hadiri acara suka makan ikan dalam peringatan Hari Ibu.

Didapati selesai pekerjaan, Muharram menerangkan pekerjaan bagi-bagi bunga serta camilan yang dikerjakan, jadi bentuk penghargaan mengagumkan pada golongan wanita. Sebab menurut Muharram, peranan ibu dalam lingkungan keluarga, bukan sebatas jadi satu asmaul husna artinya orang orang-tua. “Tapi ibu ialah benteng keluarga. Saat beberapa ibu-ibu sukses dalam jalankan pekerjaannya dengan sebaik-baiknya, jadi dialah sebagai penentu keberhasilan anak-anaknya, sebab adalah yang akan memberi warna kehidupan anak dalam suatu keluarga,” katanya pada Berau Post.

Karena itu, tidak hanya memberi bunga serta camilan, Muharram memberi pesan pada ibu-ibu pedagang itu, supaya masih memprioritaskan tuntunan pada anak-anaknya di dalam rumah. Sebab dengan dampingan serta tuntunan satu orang ibu, beberapa anak dapat hadapi rintangan pertemanan serta pesatnya akses info lewat sosial media, supaya tidak keliru dalam memakainya.

“Tanpa ibu yang perduli, tanpa ada ibu yang perhatian, serta tanpa ada ibu yang kerja keras untuk membentengi anaknya, jadi yang akan datang, anak itu dapat bikin rugi bangsa, bukan justru membesarkan hati. Tetapi begitupun sebaliknya, beberapa anak yang bisa tuntunan baik dari ibu, bisa menjadi kebanggaan keluarga serta bangsa nanti,” tutur Muharam.

Dalam tempat yang sama, Tina, satu orang ibu yang berdagang sayuran di Pasar Sanggam Adji Dilayas, akui suka serta bangga mendapatkan pemberian bunga serta camilan dari bupati.

“Pasti kita suka, sebab bukan masalah bunganya yang diberi, tetapi siapa yang memberinya. Berarti Pak Bupati ikut perduli dengan kami, beberapa pedagang di sini, terutamanya yang wanita,” kata ibu dua anak ini.

Tetapi Tina menginginkan, kepedulian bupati serta korps-nya tidak diperlihatkan di momen-momen khusus saja. Tetapi dapat setiap waktu diperlihatkan, khususnya saat berlangsung persoalan-persoalan berkaitan kegiatan berdagang di pasar subuh, tempatnya berjualan.

“Intinya kami jadi pedagang, cuma ingin berjualan dengan tenang. Kami akan tetap ikuti ketentuan yang berada di pasar ini, sepanjang ketentuan itu dibikin untuk tidak bikin rugi pedagang. Ketentuan yang mempunyai tujuan untuk perkembangan pasar serta membesarkan pedagang, pasti kami junjung,” ujarnya.
  


Forum Jump:


Users browsing this thread:
1 Guest(s)