Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
KPAI, LPSK dan Grab Indonesia Jalin Kolaborasi Dalam Perlindungan
#1
Dengan jangkauan service aplikasi yang menyebar di 224 kota dari Sabang sampai Merauke, Grab Indonesia mempunyai infrastruktur tehnologi serta sumber daya handal yang bisa berperan pada beberapa ide serta program pemerintah. Mengingat tingginya urgensi pembasmian tindak pidana perdagangan orang serta eksploitasi seksual komersial anak, partner pengemudi Grab dapat jadi perpanjangan mata serta telinga aparat berkuasa di beberapa wilayah.

Dengan misi bersama dengan untuk bertindak dalam pembasmian tindak pidana perdagangan orang serta eksploitasi seksual komersial anak, Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Instansi Perlindungan Saksi serta Korban (LPSK), serta Grab Indonesia bekerjasama untuk tingkatkan kesadaran warga dan menahan tindak pidana itu di Indonesia. Kerjasama ini diikuti dengan penandatangan Nota Kesepakatan di antara KPAI, LPSK serta Grab Indonesia untuk beberapa usaha mencegah serta laporan sangkaan masalah tindak pidana perdagangan orang serta eksploitasi seksual komersial anak di Indonesia.

Kerja sama itu mencakup pemakaian fasilitas aplikasi Grab Indonesia untuk wujudkan penambahan efek sosial lewat penerapan perlindungan saksi serta/atau korban, perlindungan anak, serta pembasmian tindak pidana perdagangan orang, Grab akan melatih dengan daring partner pengemudi yang menyebar di semua Indonesia melalui GrabAcademy untuk mengetahui serta menolong memberikan laporan sangkaan masalah tindak pidana perdagangan orang serta eksploitasi seksual komersial anak.

Dalam realisasinya, ke-3 lembaga memiliki komitmen untuk bekerjasama dengan Kementerian Pemberdayaan Wanita serta Perlindungan Anak sebagai Ketua Harian Gugus Pekerjaan Nasional Pembasmian Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Bapak Susanto sebagai Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), menjelaskan pembasmian tindak pidana perdagangan anak, kekerasan seksual anak di Indonesia adalah rintangan besar Indonesia. Sebab modus operasinya terus beralih serta makin kompleks. Karena itu dibutuhkan beberapa langkah dari beberapa faksi baik dari lembaga pemerintah atau faksi swasta dalam memutuskan jaringan perdagangan anak serta kekerasan seksual pada anak. “Saya benar-benar menghargai Grab Indonesia yang berperan dalam pembasmian tindak pidana perdagangan anak dan memiliki komitmen untuk memberi perlindungan anak. Saya mengharap Grab terus lakukan pengembangan untuk pastikan anak Indonesia terlindungi“ katanya.

Bapak Hasto Atmojo Suroyo jadi Ketua Instansi Perlindungan Saksi serta Korban (LPSK),menerangkan jika bersamaan dengan bertambahnya tindak pidana yang berlangsung bersamaan itu juga keyakinan warga ke LPSK untuk minta perlindungan pada LPSK terus makin bertambah dari sekian waktu, ini memberikan jika tingkat keyakinan warga pada LPSK makin bertambah. Dalam kurun 2 tahun paling akhir masalah Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO) serta Kekerasan Seksual pada Anak terus alami penambahan, Catatan 2 tahun paling akhir LPSK, menunjukkan data seperti berikut:

Pada tahun 2018, ada 104 permintaan perlindungan pada masalah TPPO serta sekitar 284 permintaan perlindungan pada masalah Kekerasan Seksual Pada Anak;

Sedang pada tahun 2019 s/d bulan Juli 2019, sudah masuk 297 permintaan perlindungan pada masalah TPPO serta sekitar 420 permintaan perlindungan pada Kekerasan Seksual Pada Anak.

Data disebut belum dapat memvisualisasikan angka masalah TPPO serta masalah Kekerasan Seksual Pada Anak sebab angka ini belum memvisualisasikan angka masalah pada tingkat “Grassroot” hanya karena adalah deskripsi pucuk gunung es.

Dalam melakukan pekerjaan serta manfaatnya LPSK untuk lakukan perlindungan serta pertolongan pada Saksi serta/atau Korban, tentu saja LPSK tidak bisa kerja sendirian dibutuhkan kerja sama serta kerjasama yang erat dengan beberapa faksi, diantaranya bekerjasama dengan lembaga pemerintah yang lain seperti KPAI dan Faksi Swasta seperti PT. Grab Tehnologi niat shalat jamak  Indonesia (Grab Indonesia). Grab Indonesia jadi faksi swasta yang mempunyai kepedulian yang tinggi sekali pada mencegah tindak pidana perdagangan orang serta tindak pidana kekerasan seksual pada anak, kerja sama ini dalam rencana memberi edukasi pada warga mengenai efek sosial dari perdagangan orang dan kekerasan seksual pada anak dan publikasi tentang mekanisme dalam memperoleh perlindungan, “maka dari itu, kerja sama dengan Grab Indonesia ini benar-benar baik serta pantas dicontoh oleh faksi swasta yang lain,” tuturnya

Selain itu, Ibu Neneng Goenadi, Managing Director Grab Indonesia, menerangkan jika semenjak awal dibangun, keamanan serta keselamatan ialah prioritas Grab. “Sebagai everyday superappterkemuka di Asia Tenggara, kami terus tingkatkan loyalitas kami dalam keselamatan buat wanita serta anak di Indonesia. Service aplikasi yang mempunyai jangkauan yang luas dengan nasional dapat diaktifkan untuk memberantas tindak kriminil ini,” katanya.

Animo untuk Partner Pengemudi Grab

Dalam peluang penandatanganan Nota Kesepakatan ini, LPSK memberi animo pada pengemudi Grab yang sudah pernah menolong proses pengamanan korban tindak pidana perdagangan orang dibawah usia di Bekasi pada tahun ini. Wakil Ketua LPSK, Ibu Livia Iskandarmenyampaikan penghargaan setingginya pada beberapa partner pengemudi mengagumkan ini sebab sudah terdorong untuk membantu korban meskipun hal itu di luar tanggung jawab mereka memberi service di bagian transportasi.

Dengan kerja sama ini, Livia mengharap supaya praktik baik pelibatan warga serta swasta dalam program pemerintah menahan serta mengatasi tindak pidana perdagangan orang bisa memberi efek yang lebih luas. “Belum diberi kursus mengenai tindak pidana perdagangan orang saja telah ada mitra-mitra pengemudi Grab yang bertindak menolong korban, ditambah lagi bila kelak telah dilatih melalui GrabAcademy. Mudah-mudahan nantinya akan ada lebih banyak,” katanya.

Bapak Steven Agustinus serta Bapak Ari Iswantoro ialah dua orang partner pengemudi GrabBikeyang bertindak dalam pengamanan korban tindak pidana perdagangan anak di Bekasi. Awalnya, Bapak Steven memperoleh order dari penumpang dibawah usia asal Sukabumi yang terlihat bingung serta tidak dapat membayar biaya. Bapak Steven selanjutnya tawarkan untuk menolong mengantarkan korban berkeliling-keliling cari alamat saudaranya di Bekasi. Sebab tidak berhasil temukan alamat disebut, Bapak Steven mengontak Bapak Ari jadi pimpinan komunitasnya untuk penelusuran info selanjutnya. Sesudah dijelajahi, Bapak Ari temukan kontak faksi keluarga serta nyatanya keluarga korban telah mengontak aparat. Dari keluarga didapati jika korban masih berstatus anak serta adalah korban tindak pidana perdagangan orang hingga pada akhirnya Bapak Steven serta Bapak Ari mengantar korban ke LPSK.

Berkaitan kerja sama di antara KPAI, LPSK, serta Grab Indonesia, Bapak Steven memandangnya positif. Ia mengharap kursus online yang diberi akan meningkatkan wacana partner pengemudi mengenai tindak pidana perdagangan orang. “Semoga rekan-rekan semua dalam jadi driver bukan sekedar kerja tetapi tetap memakai hati nurani,” katanya.

Mengenai Komisi Perlindungan Anak Indonesia

Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) ialah instansi negara yang dibuat berdasar Undang-Undang Nomer 23 Tahun 2002 mengenai Perlindungan Anak dalam rencana tingkatkan efektivitas penyelenggaraan perlindungan anak.

Mengenai Instansi Perlindungan Saksi serta Korban

Instansi Perlindungan Saksi serta Korban (LPSK) ialah instansi mandiri yang bekerja serta berkuasa untuk memberi perlindungan serta hak-hak lain pada Saksi serta/atau Korban tindak pidana berdasar ketentuan perundang-undangan.

Mengenai Grab

Grab ialah super app terpenting di Asia Tenggara, menyiapkan banyak service harian yang paling bermakna buat customer. Sekarang, aplikasi Grab sudah didownload sekitar lebih dari 155 juta, memberi pemakai Grab keringanan untuk tersambung dengan 9 juta partner pengemudi serta agen. Grab menyiapkan service transportasion-demand di Asia Tenggara, dan service pengantaran makanan serta barang di lebih dari 338 kota di 8 negara.




  


Forum Jump:


Users browsing this thread:
1 Guest(s)