Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
UU Ekstradisi Dibatalkan: Ini Bukan Keputusan Beijing
#1
Pemimpin Eksekutif Hong Kong Carrie Lam menjelaskan, Pemerintah Cina memberi dukungan ketetapan Hong Kong mencabut perancangan undang-undang (RUU) ekstradisi. Lam menjelaskan, Beijing mengerti serta menghargai cara barusan.

Dalam satu pertemuan wartawan pada Kamis (5/9), Lam berkali-kali diberi pertanyaan kenapa baru mencabut RUU ekstradisi sesudah gelombang demo serta kekacauan semenjak pertengahan Juni. “Tidak pas untuk memvisualisasikan ini jadi pergantian pemikiran,” katanya memberi respon pertanyaan itu.

Ia menerangkan jika pencabutan RUU itu ialah ketetapan yang dibikin pemerintahannya sendiri dengan suport Beijing. “Sepanjang semua proses, Pemerintah Pusat (Cina) tunjukkan sikap jika mereka pahami kenapa kita harus mengerjakannya. Mereka menghargai pandangan saya serta mereka memberi dukungan seutuhnya,” katanya.

Lam direncanakan pergi ke Propinsi Guangxi, Cina, pada Kamis sore waktu ditempat. Tetapi, tidak didapati apa jadwal serta arah kunjungan itu.

Dengan pencabutan RUU ekstradisi, bermakna Hong Kong sudah penuhi satu diantara lima tuntutan demonstran. Beberapa demonstran janji, tidak berhenti sampai Pemerintah Hong Kong penuhi ke lima tuntutan itu.

Empat tuntutan yang lain ialah penyelidikan niat puasa rajab  yang berdiri sendiri atas sangkaan kekerasan oleh polisi, pembebasan demonstran yang ditahan, tidak menyebutkan tindakan jadi keonaran, serta penentuan umum langsung untuk pilih pemimpin Hong Kong. Selama ini, ada seputar 1.200 demonstran yang ditahan polisi.

Tetapi, Lam memperingatkan jika pemerintahannya tidak dapat ikuti ke empat tuntutan yang lain. Dia jamin jika instansi pengawas polisi akan melakukan tindakan tidak berpihak serta menginterogasi pelanggaran yang mungkin dikerjakan polisi. Sedang, tuntutan supaya Pemerintah Hong Kong melepaskan beberapa tahanan tanpa ada diolah hukum, kata Lam, "Tidak dapat diterima."

Massa bergabung di luar Lapangan terbang Hong Kong, Ahad (1/9). Operator kereta ekspres di Lapangan terbang Hong Kong tunda operasionalnya karena tindakan massa.

Pada Rabu lalu, Lam sah menginformasikan mencabut RUU ekstradisi. Ia menjelaskan, prioritas pemerintahannya sekarang ialah akhiri kekerasan, jaga dominasi hukum, serta memulihkan keteraturan dan keamanan di warga.

"Karenanya, pemerintah harus menegakkan hukum dengan ketat pada semua kekerasan serta aksi ilegal," katanya.

Ia tidak menolak gelombang demo sepanjang seputar tiga bulan paling akhir memunculkan efek serius buat Hong Kong. Walau demikian, ia tetap ajak kelompok-kelompok yang sudah berperan serta dalam demo untuk berbicara.

Lam akan mengundang tokoh warga, golongan profesional, dan akademisi untuk membahas permasalahan yang berlangsung di warga serta minta pendapat atau saran mereka jadi bahan jalan keluar. RUU ekstradisi adalah akar pemicu berlangsungnya gelombang demo di Hong Kong sepanjang hampir tiga bulan paling akhir. Warga memandang RUU itu adalah intimidasi pada independensi proses peradilan di Hong Kong.

Jika diratifikasi, RUU itu sangat mungkin otoritas Hong Kong mengekstradisi aktor kejahatan atau kriminil ke Cina daratan. Mereka memandang, RUU itu bisa mengakibatkan kerusakan independensi hukum Hong Kong. Diluar itu, beberapa pengunjuk rasa memandang, proses peradilan di Cina tidak berdiri sendiri serta perlindungan hak asasi manusianya dipandang tidak ditanggung. n kamran dikarma/reuters/ap ed: yeyen rostiyani




  


Forum Jump:


Users browsing this thread:
1 Guest(s)