Thread Rating:
  • 0 Vote(s) - 0 Average
  • 1
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
Merancang Kurikulum Pemberdayaan ala The Local Enablers Unpad
#1
Beberapa tahun kemarin, Tantan Suparman, masyarakat Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang, masih kerja jadi petugas kebersihan di Kampus Padjadjaran (Unpad). Sesudah kerja sepanjang kira-kira tiga tahun, dianya harus alami penghentian waktu kerja.

Ditengah-tengah kebingungannya cari sumber shalat jamak qashar penghasilan baru, Tantan berjumpa beberapa penggerak komune usaha Unpad The Local Enablers. Dianya selanjutnya dibawa untuk berperan serta dalam salah satunya unit usaha komune itu yaitu budidaya lebah madu.

Tantan dikasih bekal training kenal lebah sampai menjaga stub-stub lebah, memanen madu, dan menjaga vegetasi makanan lebah di kebun punya Unpad seluas 7 hektar di bilangan Dago. Peristiwa PHK baginya malah jadi titik balik untuk mendapatkan ketrampilan baru yang membuahkan.

Tidak cuma Tantan, The Local Enablers mengambil beberapa orang dengan kondisi sosial ekonomi sama untuk diberdayakan. Bentuk pemberdayaannya ialah lewat "perjodohan" kekuatan semasing orang.

"Kami memasangkan Tantan dengan salah satunya mahasiswa Unpad yang memiliki pengembangan usaha. Tantan memiliki potensi tehnis, sesaat potensi pengembangannya dipunyai mahasiswa. Mereka selanjutnya sama-sama bekerjasama," papar salah satunya penggerak The Local Enablers, Dwi Purnomo waktu didapati di celah peresmian Bandung Bee Sanctuary, Jumat (10/1/2020).

Mode ini diaplikasikan di The Local Enablers jadi satu kurikulum pemberdayaan mahasiswa serta warga. Maksudnya ialah memperlengkapi beberapa peserta didiknya--terutama mahasiswa--untuk punya kecakapan hidup tidak hanya kecakapan kerja.

"Saya serta rekan-rekan membuat kurikulum ini untuk diaplikasikan sepanjang empat bulan. Sepanjang empat bulan itu, Tantan contohnya, akan digali skill-nya apa, bulan ke-2 mendapatkan training untuk mempertajam kemampuan itu, dan lain-lain," papar salah satunya pengembang kurikulum, Salamun Taufik waktu didapati di kesempatan yang sama.

Dianya menjelaskan, kurikulum yang sejauh ini dikatakan sebagai "Impact Enterpreneur" itu pada umumnya mengajari pesertanya mengerti desain thinking, membuat visi, public speaking, marketing, dan lain-lain. Beberapa hal itu, tuturnya, adalah kemampuan yang dibutuhkan warga sekarang jadi kecakapan hidup.

"Saat ini banyak universitas yang tidak aware dengan kualitas lulusannya, serta banyak pula sarjana yang lulus kuliah tetapi tidak punya potensi. Kami ada untuk menolong anak muda serta warga yang membutuhkan kemampuan up-to-date dengan hari esok," tuturnya.

Kurikulum itu, dia harap, bisa diaplikasikan di tiap kampus. Tetapi untuk sesaat, The Local Enablers buka diri untuk mahasiswa serta warga mana saja yang tertarik pelajari kurikulum itu.

"Siapapun yang tertarik dapat hadir ke coworking ruang kami di Skyland Jatinangor, tidak diambil ongkos," tuturnya.




  


Messages In This Thread
Merancang Kurikulum Pemberdayaan ala The Local Enablers Unpad - by firman - 01-10-2020, 04:26 PM

Forum Jump:


Users browsing this thread:
1 Guest(s)