by firman at 06-12-2020, 07:44 AM
Muncul skandal PPDB Jawa Barat. Penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jawa Barat tahun 2020, masih ditemui praktik kolusi dan nepotisme. Sebuah foto beredar di media pesan berlayanan Internet whatsapp, yang mana foto tersebut, merupakan foto surat berkop DPRD Jawa Barat yang berisikan rekomendasi agar‎ seseorang calon siswa‎ dapat diterima di sekolah negeri.


Surat itu sendiri, ditujukan kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Bandung, yang ditandatangani oleh seorang anggota DPRD Provinsi Jabar, bernama HM Dadang Supriatna, dari partai Golongan Karya, yang bertugas di Komisi V.

Pada isi surat itu, yang bertanggal ‎10 Juni 2020, dituliskan perihalnya, untuk 'Rekomendasi Sekolah'. Isi suratnya bertujuan pengirim surat untuk meminta kepada Kepala Sekolah SMK Negeri 4 Bandung, agar menerima seorang siswa yang mendapat rekomendasi dari anggota DPRD tersebut, pada Pelaksanaan penerimaan peserta didik baru (PPDB) Jawa Barat tahun 2020‎.

‎Wakil Ketua Komisi V DPRD Jabar Abdul Hadi Wijaya, mengiyakan surat tersebut. Bahkan dirinya sudah mengkonfirmasi pengirim surat, amalan 10 muharram yang merupakan anggotanya sendiri. "Iya betul, Pak Dadang mengakui (sebagai pengirim surat)," kata ‎Hadi, saat dihubungi via ponselnya, Jumat (12/6/2020).

Hadi menyebut, berdasarkan keterangan dari Dadang, surat tersebut hanya bersifat ‎rekomendasi. Bukan suatu hal yang memaksakan atau wajib dituruti. "Dalihnya, hanya rekomendasi saja, bukan menjadi paksaan tapi," ucapnya.

Atas beredarnya surat itu, Hadi pun langsung berkomunikasi dengan Dinas Pendidikan Jabar. Ia menghubungi‎ Kadisdik, untuk tidak mengindahkan surat itu. Ia juga meminta Disdik, untuk tidak merespon jika didapati ada surat yang serupa dikemudian hari.

Pasalnya, tutur Hadi, sebelum pelaksanaan PPDB 2020 ini, ‎pihaknya telah membuat konsesus kepada publik, dimana isi konsesus tersebut, tidak akan memberikan rekomendasi hingga dengan intervensi, pada pelaksanaan PPDB tahun ini.

"Lah ini malah dilanggar anggota sendiri. Untuk menyikapinya, saya sudah hubungi ibu Kadisdik, untuk tidak mengindahkan surat seperti itu," pungkasnya. Dadang sendiri saat dikonfirmasi terpisah mengakui surat itu, memang benar dari dirinya. Namun ia menegaskan, surat tersebut hanya bersifat rekomendasi.

"Saya tidak Intervensi. Hanya rekomendasi saja, diterima atau enggak itu gimana sekolahnya, kan sudah online dan sekolah juga punya sistem," kata Dadang saat dihubungi, via ponselnya, di waktu yang sama. Terkait dengan siapa yang direkomendasikannya, Dadang mengaku, calon siswa itu bukan anaknya, melainkan anak dari seorang masyarakat yang meminta rekomendasi dari dirinya.

"Jadi begini, ada masyarakat orang tua siswa datang ke saya, minta rekomendasi. Karena kan saya di pilih rakyat. Tapi saya sudah jelaskan, kalau sekarang (PPDB) sudah online. Dia (orang tua) hanya minta rekomendasi, yah saya buatkan," ucapnya
by fayra at 01-12-2020, 04:50 PM
Haul satu dekade Kiai Haji Abdurrahman Wahid alias Gus Dur pada pengujung Desember 2019 baru saja saja berlalu. Teladan Gus Dur dalam kerangka memaknai jabatan serta kekuasaan dan perjuangan di bagian kebudayaan serta kemanusiaan jadi inti perbincangan dalam haul ke-10 itu.

Salah satunya kalimat Gus Dur yang shalat jamak qashar seringkali diambil ialah ”tidak ada jabatan di dunia ini yang penting dipertahankan mati-matian”. Gus Dur tidak sebatas bicara. Dia menunjukkan arti kalimat itu saat dia dilengserkan dari jabatan presiden.

Greg Barton dalam buku Biografi Gus Dur (2003: 480-481) tuliskan kondisi mendekati pelengseran Gus Dur. Saat itu massa simpatisan Gus Dur yang sejumlah beberapa ribu orang sudah ”siap mati” menjaga jabatan Gus Dur jadi presiden serta bergabung di seputar istana kepresidenan.

Kecemasan akan berlangsung perang antarmassa simpatisan Gus Dur dengan mereka yang inginkan Gus Dur mundur semakin kuat. Kecemasan itu, seperti yang sudah kita tahu, urung berlangsung.

Gus Dur dengan legawa melepas jabatan presiden. Sesudah dia keluar dari istana kepresidenan, dia mendatangi Lapangan Merdeka di seberang istana. Disana dia menyampaikan pidato di depan beberapa ribu orang yang emosional serta datang dari beberapa puluh organisasi.

Gus Dur mengutamakan pentingnya meredam diri dan bersumpah untuk meneruskan perjuangan yang panjang sampai reformasi di luar istana. Kita dapat memikirkan kalau Gus Dur malah saat itu mati-matian menjaga jabatannya, serta dengan mengorbankan massa simpatisan yang sudah “siap mati” untuk memberi dukungan dianya, seperti yang banyak berlangsung dalam beberapa cerita persaingan perebutan serta pengalihan kekuasaan.

Gus Dur bisa menjaga kekuasaan dengan mengorbankan banyak nyawa, tetapi Gus Dur selanjutnya pilih terima pencabutan dianya dari jabatan presiden. Dia tidak menjaga jabatan itu. Buat Gus Dur yang lebih penting dari politik ialah kemanusiaan.

Ini pasti tidak terlepas dari prinsip yang digenggam Gus Dur jadi seorang santri. Dalam kitab Maqasid Syari’at yang di ajarkan di pesantren ada banyak aturan yang diantaranya yaitu mengeluarkan bunyi dar’ul mafasid muqoddamun ‘ala jalbi al-masholih. Menghindari kerusakan lebih diprioritaskan dibanding memperoleh faedah.

Kemanusiaan

Dalam kerangka Gus Dur serta jabatan presiden, Gus Dur pilih menghindari diri dari kerusakan, yaitu perselisihan bangsa, dibanding memperoleh faedah kekuasaan. Mungkin teladan ini makin jarang-jarang kita temukan. Sekarang lebih beberapa orang berebutan kuasa tanpa ada memperhatikan mengakibatkan.

Sesudah tidak memegang jadi presiden, Gus Dur selanjutnya lebih aktif dalam pendampingan rakyat. Dia aktif dalalam usaha merajut diskusi antarkelompok di ranah kebudayaan, keagamaan, berkebangsaan, atau forum-forum lain yang sentuh warga akar rumput. Laris Gus Dur demikian ini berbuntut pada kemanusiaan.

Yang dikerjakan Gus Dur ini sebenarnya meneruskan yang sudah dia sejak mulai sebelum jadi presiden. Gus Dur diketahui jadi tokoh yang punya ciri-ciri setia dalam perjuangan menginternalisasi nilai-nilai kemanusiaan dalam kehidupan berbangsa serta bernegara.

Nilai-nilai kemanusian yang diperjuangkan Gus Dur berikut yang selanjutnya jadi ide kuat dalam acara rembuk budaya jadi salah satunya serangkaian acara peringatan satu dekade haul Gus Dur.

Rembuk budaya itu membuahkan 10 referensi, salah satunya kebudayaan harus melestarikan kemanusiaan dengan mengusung pergumulan kemanusiaan, terutamanya pengalaman hidup barisan rawan/lemah seperti wanita, penghayat keyakinan, dan sebagainya.

Pergerakan serta kebijaksanaan kebudayaan diinginkan bisa dikerjakan dengan membuat ekosistem kebudayaan yang partisipatoris hingga peningkatan kebudayaan tidak tumbuh jadi elitisme kebudayaan.

Untuk wujudkan hal itu, negara harus ada jadi fasilitator dalam tata atur kebudayaan atau dengan memberi agunan perlindungan berekspresi serta suport sumber daya untuk pergerakan kebudayaan berbentuk akses, sarana, serta ruangan.

Kolaborasi Negara serta Warga

Kedatangan negara ini penting mengingat keadaan kebudayaan sekarang alami ”pemberangusan”, seperti larangan upacara tradisi, penghancuran patung, terhitung yang berlangsung di Kota Solo berbentuk penghancuran bangunan yang mempunyai potensi jadi bangunan cagar budaya di Kepatihan atau penghilangan gambar di muka Balai Kota Solo.

Kedatangan negara berbentuk kebijaksanaan serta taktik budget dan implementasi dengan mendalam sampai pada tingkat pemerintahan wilayah. Negara butuh tinggalkan modal ekonomi ekstraktif yang mengorbankan keberlanjutan ekologi serta mulai menggali kekuatan ekonomi yang berbasiskan pengetahuan tradisionil serta kearifan lokal.

Sinergisitas gerak di antara negara serta warga jadi penting. Negara serta warga harus memprioritaskan pendekatan kebudayaan dalam pengendalian keberagaman serta instrumen resolusi perselisihan. Keduanya diperlukan dalam membuat modal praktik keberagaman yang kontekstual dengan budaya Indonesia. Agama serta budaya tidak sama-sama menaklukkan.

Beberapa referensi yang lain ialah kebudayaan butuh dimaksimalkan jadi langkah menumbuhkan daya gawat pada kekuasaan untuk mengurangi pragmatisme serta apatisme politik. Skema pendidikan harus bisa jadi wahana peningkatan kekuatan kemanusiaan supaya tidak dikontrol oleh tehnologi tapi kuasai tehnologi lewat khazanah pengetahuan serta budaya.
by fayra at 01-12-2020, 04:48 PM
Jadi viral, jalinan baik Tamara Bleszynski dengan satpol PP akan dinaikkan jadi yang lebih serius. Tidak cuma jalinan baik, dengan Satpol Badung.

Loh, Satpol badung?

Artis campuran yang cantik ini niat shalat jamak menyebutkan Satpol PP telah menolong serta memberi perlindungan. “Saat ini kondisi telah aman. Saya sangat benar-benar mengucapkan syukur. Terima kasih banyak,” tutur Tamara menyebutkan yang disebut Badung itu, ialah lokasi di Bali, bukan nakal dalam arti slang Jakarta.

Berita yang didengar Majalah Matra, jomblo yang pernah tidak berhasil berumahtangga sekitar dua kesempatan ini, akan dibawa untuk memiliki jalinan spesial, tujuannya jadi duta Satpol PP.

Namun, belumlah ada konfirmasi dari Tamara atau pejabat Satpol PP, tentang rumors ini.

Yang tentu, Tamara memang pernah menikah dengan Teuku Rafly serta yang ke-2 dengan Mike Lewis, dimana dengan Teuku Rafly memiliki anak namanya Teuku Rassya sedang dengan Mike Lewis memiliki anak namanya Kenzhou Leon Bleszynski Lewis.

Wanita namanya asli Tamara Natalia Christina Mayawati Bleszynski ini lahir di Bandung, 25 Desember 1974. Punya tinggi tubuh 177 cm. Beragama Islam, dengan zodiac ini Capricorn ini hobinya jalan–jalan serta memasak.

Sering mengupload suatu hal di instagram yang membuat pembicaraan, diantaranya, saat berisi photo dianya yang seksi dengan bikini hitam.

Pernah dipanggil wanita dengan payudara terindah itu semakin merayu dengan beberapa ‘aset’ nya yang terlihat putih serta mulus.

Beberapa ribu komentar singgah memberikan pujian pada keseksian figur yang telah tidak muda itu. saat mengatur usaha kuliner dan, warungnya tutup, diunggah di instagram.

Paling akhir, saat di muka villa kepunyaannya, di jalan Nelayan, Canggu, Kuta Utara, Badung banyak “orang tidak jelas” serta jadi tempat parkiran liar.

Artis ini lakukan curhatan di sosial media waktu lalu.

Pesinetron dengan bayaran termahal di Indonesia saat itu, merintih masalah anak nongkrong di muka tempat tinggalnya, Jl Raya Pantai Batu Bolong, Canggu, Bali, ini diupload Tamara di Instagram-nya. Tetapi posting-annya telah dihapus.

Yang ada, perkataan terima kasih, matur suksma pada satpol PP Badung, Bali, yang viral itu.
by fayra at 01-12-2020, 04:46 PM
Literasi serta Komunitas Taman Baca Warga (FTBM) Rokan Hulu (Rohul), taja diskusi awal tahun 2020 bersama dengan Sekeretaris Wilayah Rohul H Abdul Haris SSos, MSi, dengan topik "Peranan Startegis Komune Literasi Dalam Pembangunan Wilayah Kabupaten Rokan Hulu".

Acara itu diadakan di Rumah Dinas (Rumdis) Sekda Rohul, Jalan Veteran Kelurahan Pasirpengaraian, Kecamatan Rambah, Jumat (10/1/2020) malam.

Di pekerjaan itu, mendatangkan narasumber I sholat nisfu syaban yaitu Sekda Rohul Abul Haris, narasumber II Yusro Fadli sebagai Presiden Praktisi Literasi Rohul, narasumber III Nirma Herlina C.Ht, M.Pd Ketua Komunitas Taman Baca Warga (FTBM) Rohul.

Sebagai moderator Nuh, serta didatangi Sekretaris Dinas Sosial Pemberdayaan Wanita serta Perlindungan Anak (Dinsos P3A) H Damri Poti, perwakilan Dinas Perpustakaan serta Arsip Hardison, dan Ketua Dharma Wanita Persatuan Rohul Hj.Neti Herawati.

Peserta diskusi dari Unri, UPP, Ketua STKIP Rokania DR Desmelati, dari SMP N 1 Rambah, TBM Awan, PKBM Zakiyah, SMA Muhamadiah, Komune Mendongeng, Komunikasi Pembaca, Komune Penulis Puisi serta Pembaca Buku serta yang lain yang ada.

Dalam paparannya, nasasumber III Nirma Herlina sekarang Ketua FTBM Rohul, dengan singkat bercerita terbentuknya Literasi Kabupaten Rohul, waktu terdapatnya lomba memberi warna. Hingga waktu itu tercipta Literasi di Rohul pertama dipimpinnya dengan gelar "Ratu", yang diteruskan Yusro Fadli dipilih jadi Presiden Literasi Kabupaten Rohul.

Lanjut Nirma, atas doa serta usaha keras tanpa ada kenal capek Leterasi telah melakukan beberapa pekerjaan serta sampai saat ini banyak yang telah jadi relawan, arah untuk mengedukasi beberapa anak, remaja, pemuda serta dewasa, orangtua, dalam tingkatkan peranan mereka, giat membaca, menulis buku, puisi, riwayat, mendongeng dan penambahan Sumber Daya Manusiannya.

"Di Rohul telah mendapatkan bantuan buku gratis dari Gramedia Pekanbaru di 14 taman baca. Karena itu kami mengharap ada juga yang dapat mendonasi buku wajar baca untuk anak dari Pemkab Rohul nantinya," tuturnya.

Dikatakannya, sekarang Literasi Rohul perubahannya benar-benar mengagumkan, di antarannya tidak hanya telah tercipta beberapa Komunitas Taman Baca Warga, juga buka Lapak Baca di Taman Kota Pesirpengaraian, training mendongeng, dan menulis buku serta puisi.

"Di tiap pekerjaan kita di FTBM, beberapa praktisi yang bawa buku bacaannya semasing, dengan tidak menyewakan pada peminat yang hadir untuk membaca," katanya.

"Kami mengharap, dapat ambil sisi serta bersinergi di Pemkab Rohul kedepan, sesuai dengan peranan Literasi, seperti di sekolah, pekerjaan PKK serta yang lain sesuai dengan moto Pemkab Rokan Hulu membuat Desa Membenahi Kota," ucapnya.

Presiden Literasi Rohul Yusro Fadli menjelaskan, praktisi Literasi jadi satu wadah untuk memberi semangat serta mengedukasi, bukan sekedar membaca, dan juga aplikasi dari nilai-nilai positif dari apa yang dibaca dan lewat program yang dikerjakan.

"Terhitung nantinya, Literasi Rohul akan mencari, menulis di buku riwayat Kabupaten Rohul, berapakah desa, kecamatan, mengenai sungai yang ada, budayanya, pariwisatanya dan yang lain yang dapat memajukan Kabupaten Rohul dan penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) serta Sumber Daya Alam, (SDA) serta yang lain," papar Yusro Fadli serta diinginkan kedepan tiap orang ialah guru pada siapa saja.

Yusro Fadli bekas Kepala desa Lubuk Bendahara itu, menjelaskan di Rohul, kekurangan ruangan diskusi. Hingga bersama dengan praktisi Literasi telah berencana acara di tiap malam minggu depan, dengan nama acara "Rokan Hulu On Stay" di area Pematang Baih.

"Kami mengharap diberi izin serta suport dari Pemkab Rohul," katanya.

Di acara itu urainya, kelak akan dibuka ruangan diskusi, bagaimana peningkatan ketertarikan baca, mendongeng, menulis buku serta puisi, dan bagaimana perubahan untuk perkembangan Rokan Hulu nantinya, sampai acaranya dapat sampai ke kecamatan serta desa se Rokan Hulu..

Sikapi acara yang ditaja Literasi serta FTBM Rohul, Sekda Abdul Haris benar-benar memberi dukungan, sebab kegiatannya benar-benar menolong program pemerintah dalam rencana penambahan Sumber Daya Manusia (SDM) lewat membaca buku.

"Sebab buku adalah jendela dunia, sumber ilmu dan pengetahuan. Dengan membaca, kita akan tahu segala hal serta ketertarikan baca harus ditumbuhkan semenjak awal. Generasi muda adalah modal penting pembangunan," kata Sekda Rohul.

Lebih Abdul Haris, dari Program Dinas Perpustakaan serta Arsip nantinya dapat bersinergi dengan sama-sama memberi dukungan, sebab kegiatannya benar-benar bagus serta positif sentuh langsung pada warga.

Di Dipersip Rohul lebih Sekda Abdul Haris, ada banyak program yang sedang dikerjakan, seperti perpustakaan berjalan untuk ketertarikan baca buku memakai mobil serta program yang lain kedepan akan dinaikkan , di kantor desa telah disiapkan jaringan Wi-Fi untuk dapat digunakan warga membaca lewat Android nya.

"Kapan saja ada acara Literasi serta FTBM Rohul, seperti gagasan di area Pematang Baih, silakan, Pemkab Rohul masih memberi dukungan falitas juga disiapkan. Saya tetap hadir bersama dengan Bapak Bupati. Hingga lewat pekerjaan Literasi serta FTBM ini, silahkan kita memberi yang paling baik bersama untuk perkembangan Kabupaten Rohul yang saling kita sayangi ini nantinya," berharap Sekda.
by fayra at 01-12-2020, 04:45 PM
Wakil Ketua Instansi Perlindungan Saksi serta Korban (LPSK) Edwin Partogi Pasaribu memandang usaha negara dalam membuat perlindungan anak masih ditest. Diantaranya dari bagian proses hukum pada aktor.

Edwin memberikan contoh ujian itu salah satunya malam nisfu syaban pemberian grasi pada terpidana masalah kekerasan seksual siswa Jakarta International School (JIS), pembebasan aktor pemerkosaan anak di PN Cibinong yang selanjutnya dibatalkan Mahkamah Agung dan tersendatnya proses hukum tersangka pelaku pegawai kejaksaan di Batam serta Pontianak.

"Kondisi ini memunculkan pertanyaan publik pada loyalitas negara membuat perlindungan anak," kata Edwin di Jakarta, Sabtu (11/1/2020).

Anak rawan jadi korban kejahatan dikatakannya sebab lebih gampang ditempatkan serta belum punya alasan atau kemampuan untuk menampik ajakan aktor.

LPSK mencatat permintaan perlindungan korban kekerasan seksual terus bertambah, yaitu pada 2016 jumlahnya korban yang ajukan permintaan sekitar 35 orang, bertambah jadi 70 orang pada 2017 serta terus naik jadi 149 korban pada 2018.

Pada 2019 sampai bulan Juni berlangsung penambahan lebih dari 100 % dibandingkan tahun awalnya, yaitu ada 350 keinginan perlindungan oleh korban.

Edwin menjelaskan, Indonesia sebetulnya sudah punya Undang-Undang (UU) Perlindungan Anak serta UU Peradilan Anak. Serta, pada 2016, Presiden menerbitkan Ketentuan Pemerintah Alternatif UU (Perppu) untuk memberi respon ramainya masalah kekerasan seksual pada anak, dengan meningkatkan intimidasi pidana jadi paling lama 20 tahun, atau pidana seumur hidup, atau hukuman mati pada aktor kekerasan seksual pada anak.

Tidak itu saja, salah satunya prioritas pemerintah dalam Gagasan Pembangunan Periode Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2015-2019 ialah membuat perlindungan anak dengan melakukan pergerakan nasional perlindungan anak, pemberian pertolongan hukum buat anak aktor, anak korban, serta saksi tindak kekerasan.

Ketentuan Presiden mengenai penerapan hak anak korban serta anak saksi juga sudah diatur beberapa waktu paling akhir, walau sampai sekarang belum disahkan oleh Presiden.
Presiden Akui Prihatin

Ada juga Presiden Joko Widodo pimpin rapat terbatas berkaitan perlakuan masalah kekerasan pada anak di Kantor Presiden, Kamis (9/1/2020). Di kesempatan itu, Presiden akui prihatin masalah kekerasan seksual pada anak terus bertambah.

Presiden minta supaya prioritas tindakan mencegah kekerasan pada anak menyertakan keluarga, sekolah serta warga. Presiden memberikan instruksi dikerjakan reformasi manajemen perlakuan masalah yang dikerjakan secara cepat, terpadu serta mendalam.
by fayra at 01-12-2020, 04:42 PM
Lebih dari 10.000 anak tanpa ada pendamping dipercaya sudah masuk daerah Inggris sepanjang periode satu dekade paling akhir dengan memakai beberapa cara beresiko, seperti bersembunyi dibagian belakang truk lori, menurut analisa paling baru. Ini memunculkan ajukan pertanyaan pada pendekatan yang digunakan oleh Kementerian Dalam Negeri Inggris.

Walau faksi Kemendagri menjelaskan nisfu sya'ban 2020 jika banyaknya kehadiran itu adalah bukti kemurahan hati negara Inggris, tapi beberapa pengacara menjelaskan beberapa sebenarnya 90% dari beberapa anak itu masuk ke Inggris dengan ilegal serta dengan begitu membahayakan nyawa mereka.

Analisa itu, dikerjakan oleh Safe Passage, mengejar pengambilan suara di House of Commons yang menampik proposal untuk meneruskan perlindungan buat pengungsi anak dalam RUU persetujuan penarikan diri dari Uni Eropa yang diperbaharui redaksinya.

Statistik sah paling baru tunjukkan 12.248 beberapa anak tanpa ada pendamping sudah diberi perlindungan di Inggris semenjak 2010. Jumlahnya itu, kata Kementerian Dalam Negeri, tunjukkan “catatan membesarkan hati berkaitan pertolongan pada beberapa anak yang rawan,” lapor The Guardian Sabtu (11/1/2020).

Namun kenyataannya, cuma seputar 700 anak saja yang datang di Inggris lewat pola pemerintah yang tawarkan agunan keamanan buat pengungsi anak dibawah usia.

“Sungguh mengenaskan pemerintah dengan bangga mengklaim sudah menolong beberapa ribu anak, walau sebenarnya sejumlah besar dari mereka tempuh perjalanan yang teramat susah untuk sampai pesisir-pesisir negara kita,” kata Jannie Walker, pimpinan Safe Passage Inggris bagian legal serta kehadiran.

Audit yang dikerjakan oleh frima-firma hukum yang sebagai wakil beberapa pengungsi anak pelacak suaka tunjukkan jika 9 dari 10 beberapa anak dibawah usia yang masuk Inggris dengan ilegal mengerjakannya dengan menumpang truk lori atau semacamnya.

Kantor Kemendagri tidak ungkap bagaimana beberapa ribu anak yang diklaim sudah ditolongnya itu sampai daerah Inggris.
by fayra at 01-12-2020, 04:40 PM
Beberapa puluh beberapa anak di Kecamatan Palasah Kabupaten Majalengka kelihatan senang bersama dengan pekerjaan TEPAK (Jumpa Penguatan Anak serta Keluarga) yang diadakan Taman Anak Sejahtera Yayasan Hidayatul Mubtadi'in Cisambeng.

Acara yang bertopik Pekerjaan Rekreatif serta Jumpa puasa nisfu syaban Penguatan Kemampuan Anak serta Keluarga Taman Anak Sejahtera Yayasan Hidayatul Mubtadiin Cisambeng namanya Pekerjaan TEPAK.

Ketua Pelaksana Pekerjaan, Agus Rofi'i menjelaskan program ini adalah pekerjaan berbentuk service sosial buat anak binaan. Beberapa anak adalah generasi emas yang perlu diperlakukan dengan spesial.

"Bentuk pekerjaan TEPAK ini berbagai macam mulai dari penguatan psikososial, piknik, permainan edukasi, atau edukasi buat keluarga tentang pengasuhan serta perlindungan anak." katanya.
by fayra at 01-12-2020, 04:37 PM
Tahun 2019 lalu ditutup Indonesian Feminist Lawyer Klub (IFLC) dengan beberapa catatan, khususnya berkaitan dengan perlakuan kekerasan pada wanita serta anak.

Catatan itu dirangkum IFLC jadi instansi yang konsern pada perlakuan kekerasan pada wanita serta anak ini dalam tujuh point hasil Diskusi Publik Refleksi Akhir Tahun IFLC 2019 bertopik 'Kekerasan Pada Wanita serta Anak Dalam Dimensi Peraturan serta Implementasi Hukum'.

"Tujuh point catatan ini kami berikan berbentuk surat pada Presiden Jokowi, Mahkamah Agung, DPR, Menteri PPPA, Komnas Wanita, KPAI, Jaksa Agung serta Kapolri," tutur Ketua Biasa IFLC, Nur Setia Alam Prawiranegara di Jakarta, Sabtu (10/1).

Dari tujuh point itu, IFLC menyorot dua point penting yang menekan untuk selekasnya dikerjakan oleh negara.

Point pertama, menekan supaya RUU khutbah jum'at bulan rajab Penghilangan Kekerasan selekasnya jadi Undang-undang (UU) supaya perlakuan kekerasan pada wanita serta anak bisa terimplementasi secara baik.

"Kita perlu itu, KDRT akhir-akhir ini menguasai. Kita masih lihat perlakuan kekerasan pada wanita serta anak masih dianggap remeh. Tidak ada tekad pelaksana negara mengakhirinya," tutur Nur.

Point ke-2, ILFC mereferensikan terdapatnya Direktorat sendiri buat cybercrime serta Perlakuan Wanita serta Anak di kepolisian. Ini ditujukan untuk memberi suport penuh serta mempermudah proses perlakuan kekerasan pada wanita serta anak.

"Sejauh ini penyelesaian masalah kekerasan pada wanita serta anak terganggu birokrasi. Hasil dari diskusi tempo hari, kita setuju di antara Cyber serta PPA dipisah," tutur Nur.

Lalu, adakah deadline spesial berkaitan surat yang diantar ke beberapa lembaga negara ini?

"Kita terus bersurat serta terus lakukan advokasi perlakuan kekerasan pada wanita serta anak. Hal itu akan membuat apa yang kita perjuangkan terus kelihatan," tandas Nur.

Berikut tujuh point referensi Refleksi Akhir Tahun ILFC 2019:

1. Kami setuju menampik semua bentuk kekerasan pada wanita serta anak dalam semua memiliki bentuk.

2. Kami setuju untuk memberi perhatian pertolongan serta perlakuan hukum serta perlakuan hukum dengan semua lembaga berkaitan/aparat penegak hukum, advokat, kepolisian, kejaksaan serta hakim.

3. Kami setuju untuk menerapkan semua bentuk ketentuan hukum jadi piranti penting dalam perlakuan beberapa kasus kekerasan pada wanita serta anak terutamanya mondorong RUU PENGHAPUSAN KEKERASAN jadi Undang-undang hingga perlakuan kekerasan teehadap wanita serta anak semakin lebih bisa terimplementasi baik.

4. Kami setuju untuk minta perhatian lebih dari negara melalui aparat penegak hukum yang berdasar data yang didapat, kejahatan cyber makin bertambah, khusulnya yang menyebabkan keberulangan dalam kekerasan pada wanita serta anak.

5. Kami siap untuk mereferensikan terdapatnya Direktorat tertentu buat cybercrime serta Perlakuan Wanita serta Anak untuk memberi suport penuh serta mempermudah proses perlakuan kekerasan pada wanita serta anak.

6. Kami setuju untuk tingkatkan sinergitas antara lembaga berkaitan dalam hubungan dengan perlakuan kekerasan pada wanita serta anak.

7. Kami setuju untuk dilakukanya training di semua barisan aparat penegak hukum mengenai kekerasan berbasiskan gender atau kesetaraan gender
by fayra at 01-12-2020, 04:36 PM
Pertemuan tahunan ke-28 Asia Pacific Parliamentary Komunitas (APPF) dikerjakan di Canberra, Australia, 13-16 Januari 2020. Ketua DPR Puan Maharani akan pimpin delegasi dari Indonesia.

Tidak hanya Puan, delegasi DPR dari Indonesia yang pergi ke acara, yakni Azis Syamsudin serta Puteri Annetta Komaruddin dari Fraksi Partai Golkar dan Fadli Zon serta Himmatul Aliyah dari Fraksi Partai Gerindra.

Selanjutnya, Charles Honoris dari puasa rajab jatuh pada tanggal Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), Putu Supadma Rudana dari Fraksi Partai Demokrat, Ahmad Hafisz Tohir dari Fraksi Partai Mandat Nasional (PAN), Andi Muawiyah Ramly dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Iskan Qolba Lubis dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta Muhammad Iqbal dari Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Sebelum pergi, delegasi DPR dari Indonesia membuat pertemuan dengan Acting Ambassador Australia, Allaster Cox. Pertemuan yang dikerjakan (8/1/2020) itu Acting Ambassador Australia mengemukakan perubahan terbaru Australia serta berdiskusi tentang persiapan tehnis.

"APPF adalah komunitas kerja sama antarparlemen yang dibuat pada Tahun 1993 di Tokyo, Jepang. Sekarang APPF terbagi dalam 27 negara anggota di lokasi Asia-Pasifik. Jadi komunitas parlemen regional, APPF adalah proses diskusi untuk desas-desus sebagai kebutuhan bersama dengan di lokasi serta ikut memberi dukungan jalinan luar negeri antarnegara Asia-Pasifik lewat diplomasi parlemen," tutur Puan di Jakarta, Minggu (12/1/2020).

Ia menjelaskan, sepanjang persidangan delegasi akan mengulas beberapa rumor dalam session politik serta keamanan, session kerja sama regional session ekonomi dan pembangunan berkepanjangan. Dengan detil akan diulas desas-desus kesetaraan gender dalam ekonomi dalam kerangka Women Parliamentarians Rapat. Proses spesial yang dengan detil memahami desas-desus wanita ini adalah ide DPR Indonesia periode sebelumnya serta sudah disadari dengan sah dalam Rules of Procedure APPF.

"Di session politik serta keamanan, beberapa negara anggota APPF mengulas beberapa tema yang berkaitan dengan perdamaian serta kestabilan lokasi terhitung di dalamnya tentang deradikalisasi," tuturnya.

Menurut dia, sidang tahunan APPF ini Indonesia bisa menjadi co-sponsor beberapa perancangan resolusi ditegaskan beberapa point untuk lengkapi perancangan resolusi yang disediakan tuan-rumah, Australia. Khususnya dalam resolusi tentang deradikalisasi, DPR Indonesia memperingatkan beberapa negara APPF jika tindakan terorisme tidak seharusnya dihubungkan dengan agama atau berkebangsaan khusus.

Upaya-upaya penanggulangan terorisme serta penangkalan pada ideologi ekstrim serta radikalisasi, katanya harus berdasar penghormatan pada Hak Asasi Manusia (HAM), hukum internasional serta Piagam PBB.

Untuk perancangan resolusi tentang kredibilitas instansi pemerintah serta legislatif, DPR menggerakkan parlemen APPF untuk wujudkan piranti ketentuan yang pasti serta tegas mengendalikan tentang norma karier anggota parlemen terhitung dalam soal perselisihan kebutuhan sampai transparansi keuangan," tuturnya.
by fayra at 01-12-2020, 04:35 PM
Pengajian Ahad pagi yang dengan teratur dikerjakan oleh pengurus Jamaah Pengajian Illawwarra (JPI) Wollongong, barusan subuh berasa sedikit lebih tidak sama. Kami beberapa masyarakat negara Indonesia yang terbagi dalam mahasiswa serta pekerja, sedang melakukan tadarus Al-Qur’an dengan berganti-gantian, di Masjid Omar Wollongong.

Kami saling belajar, sama-sama melakukan perbaikan serta sama-sama mengingat bila ada kesalahan bacaan. Maklumlah, antara kami pasti masih ada yang tidak lancar bacaannya. Itu penyebabnya kami membuat tilawah dengan teratur.
Tadarus

Barusan di masjid, tidak hanya kami yang membuat tadarus, ada juga jamaah lain, dibagian depan saudara-saudara kita yang hadir dari beberapa asal negara doa ziarah kubur lakukan pengajian. Mereka menginap di masjid semenjak tempo hari sampai beberapa waktu ke depan. Ini seringkali kehadiran jamaah yang demikian. Hampir ada setiap bulan. Tidak hanya mereka ada juga satu-dua orang yang berzikir sendiri-sendiri.

Saat kami sedang tadarus, seorang bapak yang hampir tua, hadir mendekat ke kami. Ia meminta izin, supaya diperbolehkan duduk mendekat serta dengarkan bacaan kami. Walau tidak menggenggam mushab Qur’an, beliau ikuti tiap ayat yang kami baca.

Seringkali ia turut menyela serta melakukan perbaikan bacaan kami. Saya baru sadar jika Bapak ini seorang hafidz Qur’an. Ia tahu tiap harkat yang kami baca. Ia ulangilah baca serta terangkan posisi huruf sinyal bacanya. Terkadang sekalian pejamkan matanya.

Hampir satu jam kami tadarrus bersama-sama dan beliau mengajarkan kami. Pasti satu kesyukuran atas ini, atas pengetahuan yang ia beri. Bisa guru mengaji gratis, dari Arab juga.

Telah teratur sesudah tadarus, kami sarapan mudah ala kadarnya. Kesempatan ini saya buat kopi susu. Di masjid ada mesin pemasak air listrik serta ceretnya. Sedang beberapa bahan, kopi, susu, gelas, serta camilan saya bawa serta dari rumah. Kebetulan ibunya beberapa anak di dalam rumah berbaik hati, membikinkan kue tepung manis tempo hari. Itu yang kubawa ke masjid subuh ini. Masih berasa enak meskipun telah dingin.

Sesudah siap saji, saya ajak rekan-rekan sarapan. Tidak lupa bapak barusan turut kami ajak sarapan. Tetapi ia terlebih dulu salat sunnah suru’ dua rakaat. Kemudian, baru ia masuk dengan kami. Tuturnya dia paham kami dari Indonesia dari langkah serta suara kami tadarus.
Berteman dengan Wanita Arab Saudi

Sesudah narasi ini serta itu, kami sama-sama berteman. Ia seorang masyarakat negara Arab Saudi baru beberapa waktu datang di Wollongong. Beliau ialah seorang dosen dalam bagian tarbiyah yang telah pensiun. Saat ini ada di Australia sampai sekian waktu ke depan.

Maksudnya kesini untuk temani putrinya yang barusan diterima di University of Wollongong ambil program doktor, dalam bagian pendidikan. Sebetulnya putrinya telah menikah. Menantunya ialah seorang polisi di Arab Saudi.

Ia menyengaja turut kesini untuk temani sang putri. Putrinya itu, walau telah menikah, harus ada yang mendampinginya. Tidak bisa dibiarkan sendirian di sini meskipun telah dewasa atau telah berkeluarga. Mengingat suami sang putri ialah polisi yang masih bekerja, belum dapat hadir kesini. Hingga sang bapak barusan yang ikhlas turut menemaninya.

Buat kita, walau sama-sama Islam, kemungkinan itu berasa aneh. Khususnya buat mereka yang telah berpikiran “maju”. Kenapa harus ditemani? Ditambah lagi telah besar, telah berkeluarga. Negara yang aman serta tidak kalut. Kita berpikir jika sebaiknya si putri dibiarkan saja sendirian di sini.

Nyatanya mereka memang memiliki pemikiran lain. Dalam Islam memang sebetulnya tidak bisa seorang wanita keluar rumah tanpa ada pendamping, tanpa ada izin. Tapi saat ini, kita memandang hal tersebut, pada jaman saat ini telah aman, tidak ada permasalahan. Hingga bisa saja wanita dapat pergi sendiri, terhitung sekolah di luar negeri.

Di Arab Saudi, ketetapan itu dikit demi sedikit telah mulai longgar. Telah ada pergerakan hak asasi manusia yang berupaya perjuangkan kebebasan wanita. Contohnya menyopir kendaraan, seorang wanita telah diperbolehkan. pergi sekolah ke luar negeri, telah ada yang mengerjakannya.

Walaupun begitu buat bapak ini serta keluarganya, masih belum terima seutuhnya. Mereka masih berpatokan pada ajaran agama Islam atau mungkin budaya Arab Saudi sejauh ini yang mereka yakini, jika seorang wanita yang keluar, harus dibarengi mahramnya.

Berikut kepercayaan beberapa umat Islam. Kepercayaan beberapa masyarakat Arab Saudi yang masih digenggam serta diamalkan. Pasti jadi kepercayaan, harus dihormati. Harus diterima, seperti mereka harus terima opini yang tidak sama.

Satu hal , saat saya meminta izin photo bersama dengan, beliau sudi. Dengan ketentuan jangan dimediakan (dengan fulgar). Itu penyebabnya kenapa muka Syekh ini menyengaja saya tutup jadi bentuk penghormatan padanya. Namanya juga tidak saya katakan dalam artikel ini.

Share pengalaman serta hikmah ialah suatu hal yang baik. Jadi pelajaran buat sama-sama. Insya Allah.
  • 1(current)
  • 2
  • 3
  • 4
  • 5
  • ...
  • 32
  • Next 
Welcome, Guest
You have to register before you can post on our site.
Username

Password


Login
Search Forums

Forum Statistics
Members: 23,021
Latest member: sonyaao4
Forum threads: 302
Forum posts: 306
Online Users
There are currently 42 online users.
3 Member(s) | 39 Guest(s)
RedgeFagmaks, RichardHix, rickkw16